Ayah di mimpiku

Pagi yang cerah di akhir Agustus, hujan tak kunjung datang sejak pertengahan bulan di kota ini, seakan marah kepada penduduk Jakarta yang semakin ternodai. Untung saja tempat tinggalku di Bogor kemarin sore disiram hujan yang deras, Sang Maha Kuasa telah menurunkan rahmatNya (hujan) kepada penduduk di daerahku, cadangan air tanah pun tercukupi kembali, dan tak sampai mengalami kekeringan.

Pikiranku masih terbayang mimpi tadi malam, Almarhum Ayahku datang menjengukku dikala sanak saudara tengah berkumpul, Beliau tidak berkata sepatah katapun, hanya memandangku dengan senyum khas seorang ayah. Aku berlari mengejarnya, namun Beliau keburu menghilang, aku tak sempat mencium tangannya. Aku menangis sejadi-jadinya, sekeras-kerasnya, bagaikan seorang anak kecil yang ditinggal pergi jauh oleh ayahnya. Disampingku ada Ibu ku yang menenangkanku, tapi aku tetap menangis dan terus menangis sampai akhirnya aku terbangun dari mimpiku, cairan hangat pun meleleh dari kedua mataku tanpa sanggup ku bendung…..

Advertisements

About usmanbangged

saya hanyalah seseorang yang seperti kebanyakan orang, itulah tampak luar dari saya, lain hal bila Anda kenal lebih jauh dengan saya, rasakan sensasi yang berbeda dari saya....
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s